Nama Alat Pengukur Kadar Air

Nama Alat Pengukur Kadar Air – Kadar air merupakan kandungan air yang terdapat dalam suatu benda seperti tanah atau biasa disebut kelembaban tanah, bebatuan, bahan pertanian seperti biji-bijian dan lain sebagainya. Kadar air ini juga sering disebut kelembaban atau tingkat kekeringan suatu bahan atau zat dimana hal ini dapat menentukan kualitas dari bahan itu sendiri.

Nama Alat Pengukur Kadar Air

Alat Pengukur Kadar Air ini sering disebut moisture meter. Dalam bidang pangan atau pertanian alat ini akan sangat membantu mengetahui kadar air bahan pangan seperti biji-bijian.

Pengukuran kadar ini mempunyai berbagai cara dan metode. Berikut adalah beberapa cara atau metode pengukuran kadar air, yaitu :

Metode Kering Oven

Metode pengukuran ini adalah dengan menggunakan alat pengukur kadar air infrared yang suhu dan lamanya waktu pemanasan sudah diatur. Sampel yang akan diukur akan dipanaskan selama waktu tertentu.

Cara ini biasanya memiliki tingkat keakurasian yang tinggi karena sebelum dipanaskan sampel akan diukur dulu beratnya dan setelah selesai dipanaskan sampel juga akan diukur kembali beratnya. Dari perbandingan berat sampel sebelum san sesudah dipanaskan ini akan diperoleh nilai kadar air sampel tersebut.

Metode Inductive

Metode pengukuran kadar air jenis ini lebih digunakan pada benda padat seperti kayu, dinding, tiang bangunan dan sebagainya. Alat ukur kadar air jenis ini biasanya disebut alat ukur kadar air dengan model tempel. Salah satu contohnya adalah alat ukur kadar air AMTAST MC-7825S.

Metode Gaya Tolak Elektris

Metode pengukuran dengan cara ini adalah dengan menggunakan alat ukur dan merupakan cara pengukuran kadar air yang jauh lebih praktis. Hasil pengukurannya juga dapat diandalkan. Alat ukur disini biasanya mempunyai semacam probe yang digunakan untuk mengukur kadar air suatu zat atau bahan.

Probe inilah yang akan mengeluarkan gaya elektris yang akan melewati suatu zat atau bahan yang akan diukur. Setelah itu main unit alat ukur ini yang akan memproses hasil pengukuran yang dilakukan probe dan menampilkan hasilnya pada layar LCD yang dimiliki alat.

Selain itu pengukuran kadar air juga dapat dilakukan tergantung dari jenis bahan atau zat yang akan diukur, sebagai contoh bahan dengan kadar gula tinggi maka pengukuran dapat dilakukan menggunakan refraktometer selain mengukur padatan terlarutnya pula. Dimana air dan gula dalam hal ini yang mempengaruhi indeks refraksi suatu larutan atau cairan.

Manfaat Pengukuran Kadar Air

Pengukuran kadar air ini memiliki banyak manfaat yang akan sangat mempengaruhi kualitas suatu bahan atau zat. Manfaat pengukuran kadar air tersebut adalah :

  • Akan menghindarkan zat atau bahan dari pembusukan pada tempat lembab yang disebabkan karena jamur dan bakteri yang berkembang di dalamnya. Sebagai contoh pada biji-bijian seperti jagung, beras, kakao, kopi dan biji-bijian lain yang termasuk bahan pangan.
  • Meningkatkan kualitas bahan pangan berupa bijian seperti jagung, padi, gandum, beras dan sebagainya. Bahan pangan akan tetap awet selama penyimpanan atau pengiriman tanpa mengalami penurunan kualitas.
  • Pada bahan seperti kayu, pengukuran kadar air ini baik untuk menjaga kualitas kayu tersebut baik dari segi fisik maupun kualitas. Pengukuran ini baik untuk menentukan proses yang tepat sebelum mengolah kayu.
  • Sedangkan pada dinding kadar air ini berfungsi untuk menjaga daya tahan dinding. Apabila dinding terlalu basah hal ini juga akan menurunkan kekuatan dinding karena akan mudah terserang jamur dan mudah lapuk.

Nama alat pengukur kadar air ini sudah umum disebut moisture meter, moisture tester maupun tester kadar air, jadi Anda tidak perlu bingung karena penyebutan nama alat ini cukup beragam.

Advertisements

Kualitas Air Isi Ulang

Kualitas Air Isi Ulang – Air merupakan sebuah unsur yang ada di bumi yang sangat vital bagi semua makhluk hidup bahkan air sendiri merupakan sumber kehidupan. Bagi manusia air sendiri merupakan kebutuhan pokok untuk kebutuhan konsumsi dan semakin hari kebutuhan akan air minum ini semakin meningkat. Air minum ini akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.

Kualitas Air Isi Ulang

Air yang layak dikonsumsi adalah air yang bersih dan higienis yang bebas dari kuman dan bakteri. Syarat air minum yang paling mudah untuk diketahui adalah tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Gunakanlah alat uji kualitas air untuk mengetahui secara jelas kualitas air yang diuji.

Sedangkan untuk penelitian adalah air tersebut tidak mengandung zat atau logam berbahaya dan juga tidak mengandung mikroorganisme pembawa penyakit. Air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan yang bisa langsung diminum adalah air yang melalui pemrosesan atau tanpa pemrosesan sehingga layak dikonsumsi.

Air yang berasal dari alam bila tidak tercemar zat yang berbahaya dan tidak mengandung bakteri yang berbahaya maka air tersebut dapat langsung diminum. Cara alami untuk menghilangkan atau membunuh bakteri yang ada dalam air adalah dengan merebusnya hingga suhu 100 derajat celcius, namun hal ini tidak dapat menghilangkan kandungan logam berat di dalamnya.

Apabila semakin banyak bahan pencemar yang masuk ke dalam air maka semakin buruk pula kualitas air tersebut dan semakin tidak layak untuk dikonsumsi. Saat ini untuk mendapat air minum sudah sangatlah mudah, karena sekarang sudah terdapat banyak depot air minum isi ulang.

Depot air minum isi ulang ini sudah banyak terdapat di kota maupun pedesaan. Jika Anda merupakan konsumen dari air minum isi ulang ini maka Anda perlu memperhatikan kelebihan dan kekurangan air minum isi ulang ini, yaitu :

Kelebihan Air Minum Isi Ulang :

  • Murah dalam harga, seperti harga AMDK (Air Minum Dalam Kemasan)
  • Dalam mendapatkannya sangat mudah
  • Kualitasnya sudah memenuhi standar Departemen Kesehatan walaupun tidak semua sudah memenuhi syarat tersebut. Kualitas tersebut sangat dipengaruhi oleh kualitas sanitasi, mesin dan bahan baku air

Kekurangan Air Minum Isi Ulang :

  • Pengawasan dan pembinaan yang lemah menjadikan kualitas air minum ini cenderung tidak konsisten
  • Kesalahan dalam proses produksi relatif tinggi, terutama yang berhubungan dengan bahan baku air yang dipilih, pemilihan alat dan sanitasi
  • Peraturan tentang jasa pengisian air minum isi ulang ini tidak jelas. Hal ini berhubungan dengan kualitas produksi yang mengakibatkan perlindungan hukum secara khusus pada konsumen jika terjadi kasus tidak ada
  • Proses pengemasannya masih menggunakan teknologi yang sederhana, hal ini akan memungkinkan air terkontaminasi bakteri

Sudah banyak ditemukan banyak sampel air minum isi ulang yang mengandung bakteri, meskipun hal ini tidak menimbulkan penyakit secara langsung namun ini jelas mengindikasikan bahwa proses pengolahan kurang dari segi salinitas.

Bakteri patogen yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan kontaminasinya akan semakin tinggi apabila tingkat kontaminasi bakteri juga semakin tinggi. Adanya bakteri ini dapat disebabkan dari sumber air minum ini sendiri yang sudah terkontaminasi ataupun dari proses penyinaran sinar ultraviolet yang kurang memadai.

Pengertian Gas Ideal

Pengertian Gas Ideal – Pengertian gas ideal adalah kumpulan dari partikel suatu zat jarak yanng cukup jauh dibanding dengan ukuran partikelnya. Partikel tersebut selalu bergerak secara acak ke semua arah.

Pengertian Gas Ideal

Ketika partikel gas ideal tersebut bertabrakan antar partikel ataupun dengan dinding akan terjadi tabrakan lenting sempurna sehingga tidak akan terjadi kehilangan energi.

Diketahui bahwa semua gas dalam keadaan kimia apapun, di temperatur tinggi, dan juga tekanan rendah cenderung memnunjukan suatu kaitan sederhana tertentu di antara sifat makroskopisnya, yaitu tekanan, volume dan juga temperatur.

Hal ini menyarankan adanya konsep tentang gas ideal yang mempunyai sifat makroskopis yang sama pada keadaan yang sama. Berdasarkan sifat yan dimiliki makroskopis suatu gas seperti kelajuan, energi kinetik, momentum, dan massa setiap molekul penyusun gas, kita bisa mendefinisikan gas ideal dengan suatu anggapan namun sesuai dengan definisi makroskopis.

Mono artinya satu sedangkan atomik artinya atom. Kesimpulannya gas monoatomik adalah gas yang partikelnya berupa atom tunggal. Contoh gas monoatomik yaitu gas helium, neon, dan argon.

Gas ideal adaah gas yang memenuhi syarat – syarat seperti:
1.Suatu gas terdiri dari molekul. Setiap molekul sama sehingga tidak bisa dibedakan dengan molekul lainnya.
2.Molekul gas ideal bergerak secara acak ke semua arah.
3.Molekul gas ideal tersebar merata di semua bagian.
4.Jarak antara molekul gas lebih besar daripada ukuran molekulnya.
5.Tak ada gaya interaksi antarmolekul kecuali apabila antarmolekul saling bertabrakan atau terjadi tabrakan antara molekul dengan dinding.
6.Semua tabrakan yang terjadi baik antarmolekul ataupun antara molekul dengan dinding adalah tabrakan lenting sempurna dan terjadi dalam waktu yang singkat.
7.Hukum – hukum Newton tentang gerak berlaku pada molekul gas ideal.

Beberapa sifat gas ideal
1.Tak ada interaksi antar molekul gas, antar molekul gas tidak ada gaya tarik – menarik atau tolak – menolak walaupun jarak antar molekul sangat dekat.
2.Molekul gas bisa dipandang sebagai partikel yang ukurannya bisa diabaikan.
3.Dalam satu wadah partikel gas bergerak secara acak ke semua arah.

Anda bisa memakai pendeteksi gas bocor untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran gas di suatu tempat. Salah satu toko yang menyediakan alat ukur tersebut yaitu alat ukur Indonesia, di toko ini anda bisa membelinya secara online maupun online.

Macam – Macam Cuaca Ekstrim

Macam – Macam Cuaca Ekstrim – Cuaca ekstrim merupakan fenomena meteorologi yang ekstrim pada sejarah (distribusi), khususnya fenomena cuaca yang memiliki potensi menyebabkan bencana, menghancurkan kehidupan sosial, atau yang menyebabkan korban jiwa manusia.

Macam - Macam Cuaca Ekstrim

Umumnya cuaca ekstrim didasarkan pada distribusi klimatologi, dimana peristiwa ekstrim lebih kecil sama dengan 5 persen distribusi. Tipenya sangat tergantung pada Lintang tempat, ketinggian, topografi dan keadaan atmosfer.

Misalnya di bulan november 2010 curah hujan sebesar xx mm, dikatakan ekstrim apabila dibandingkan dengan curah hujan rata-rata 30 tahun selisihnya sampai 5 persen. Sehingga menyebabkan efek kerugian baik materi maupun korban jiwa misal banjir, longsor, dan lain – lain.

Yang termasuk macam – macam Cuaca ekstrim yaitu:
1.Hujan Lebat
2.Hujan Es
3.Badai
4.Kekeringan
5.Puting Beliung
6.Badai Pasir

Hujan Lebat
Jumlah hari hujan yang terdata paling banyak melampaui rata-rata di bulan yang berkaitanan di stasiun itu. Intensitas hujan paling  besar dalam 1 jam selama 24 jam dan intensitas dalam 1 hari selama satu bulan yang melampaui rata-ratanya. Terjadi kecepatan angin lebih dari 45 km/jam dan suhu udara lebih dari 35 C atau kurang dari 15 C.

Hujan Es
Peristiwa ini biasanya terjadi saat musim pergantian atau saat cuaca hujan pada musim hujan yang hujannya banyak terjadi di siang ataupun malam hari, karena peristiwanya selalu terjadi setelah pukul 13.00 sampai 17.00 tetapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada malam hari.

Badai
Badai tropis merupakan pusaran angin kencang yang memiliki diameter samapai 200 km/jam dan berkecepatan lebih dari 200 km/jam juga memiliki lintasan sejauh 1000 km.

Badai tropis yang dekat dengan perairan Indonesia tidak mutlak selalu menyebabkan hujan lebat, dan angin tergantung dari intensitas badai tersebut dan faktor sirkulasi udara di daerah Indonesia.

Penyebab cuaca ekstrim yaitu:
1.Efek rumah Kaca
2.Siklon tropis
3.Pemanasan global

Sebuah cuaca harus diukur agar kita mengetahui termasuk yang mana cuaca di daerah kita. Untuk mengukurnya anda bisa memakai alat ukur cuaca, sebagai informasi apabila anda ingin menggunakannya anda dapat mencari dan membelinya di alat ukur Indonesia.

Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur

Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur –  Cahaya yaitu energi yang berbentuk gelombang elekromagnetik yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang  dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Cahaya sangat dibuthkan oleh semua makhlik hidup yang berada dimuka bumi, termasuk pada perumbuhan ayam.
Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur

Cahaya yang menembus ke otak unggas akan langsung merangsang hipotalamus untuk menghasilkan hormone Gonadotropin serta  merangsang kelenjar pituitari untuk memperoleh Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Leutinizing Hormone (LH) yang merangsang dan memperkuat fungsi reproduksi.

Cahaya yang merangsang melepaskan dan meningkatkan jumlah suplai FSH.Hormon tersebut melalui aktivitas ovari menimbulkan terjadinya ovulasi sehingga menghasilkan telur. Bertelur pada umumnya dapat dimulai dari umur yang terlalu awal,  namun telur yang akan dihasilkan berukuran kecil.

Namun, apabila bertelur tertunda sampai umur yang lebih tua, telur yang akan dihasilkan umumnya akan lebih besar. Cahaya yang menuju ke arah retina , hipotalamus, hipofisa anterior, kelenjar thyroid, tiroksin, dapat berpengaruh terhadap perkembangan ayam.

Dapat mempengaruhi enzim yang masih berhubungan dengan metabolisme makanan, interaksi dengan ion logam yang merupakan komponen co ensim, secara tidak langsung mampu menyebabkan pengeluaran hormon pertumbuhan (growt hormon = somatropik), hormon yang mampu meransang pertumbuhan secara cepat. Pertumbuhan tulang, hati, otot, ginjal,  dan jaringan lemak.

Pengaruh cahaya selama periode Growing yaitu cahaya dapat mempengaruhi seksual maturity. Peternak mampu melakukan program pengaturan cahaya untuk menunda produksi telur. Pengurangan cahaya selama pertumbuhan bisa dimulai secepatnya pada umur 3 hari untuk mencapai maksimum dapat dimulai pada umur 12 minggu.

Kemampuan produksi telur bisa dirangsang dengan cahaya. Secara tidak langsung, cahaya  mampu membawa pengaruh terhadap perkembangan organ reproduksi ayam. yang turut terpicu lantaran adanya gelombang cahaya yang tertangkap retina mata ayam.

⦁    Manajemen Pemberian Cahaya Terhadap Ayam Petelur Fase Grower
Cahaya buatan dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan serta kecepatan kedewasaan kelamin pullet, sehingga tubuhnya  cukup besar untuk mengproduksi  telur yang pertama sesuai yang diharapkan.

Masalah dihadapi adalah bagaimana mengontrol umur serta berat pada sexual matuarity sehingga “egg layingperformance”nya akan menguntungkan bagi peternak secara komersial. Cara ini mampu diatasi dengan cara mengurangi panjangnya hari serta pemeliharaan ayam dari usia anak -anak sampai saat bertelur.

Panjangnya hari pada pemeliharaan anak-anak ayam secara lambat laun akan dikurangi sampai kira-kira 6 jam dalam sehari ketika pullet telah berumur 5,5 – 6 bulan.Panjangnya hari ketika pemeliharaan anak-anak ayam secara lambat laun cahaya akan dinaikkan 14 – 16 jam/hari yang bertujuan untuk menstimulir produksi.
Oleh dari itu, membutuhkan kandang tertutup dimana semua cahaya alam( matahari ) tak ada sama sekali, selama akhir periode growertersebut. Cahaya buatan dapat sangat berfungsi pada pullet yang tidak bertelur atau petelur tua untuk berproduksi pada waktu yang dikehendaki untuk memproduksi yang normal.

Cahaya sangat dibutuhkan dalam pemeliharaan ayam, karena memiliki arti penting yang berkaitan dengan proses pertumbuhan serta produksi ayam, yaitu sebagai berikut: Proses tumbuh kembang pada ayam.  Keberadaan cahaya yang masuk kedalam kandang memungkinkan ayam untuk melihat lingkungan sekitar, terutama makanan dan air minum yang tersedia didalam kandang.

Sehingga, keberadaan cahaya sangat penting karena dapat meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh ayam. Jumlah makan yang masuk kedalam tubuh (feed intake), juga dapat berpengaruh besar terhadap proses produksi telur.

Pengaruh cahaya terhadap proses produksi telur yaitu mampu merangsang hormon reproduksi gonadotropin, dan proses peneluran. Hal ini dapat  terjadi akibat cahaya yang masuk kedalam kandang dapat diterima oleh saraf pada mata ayam, kemudian menimbulkan rangsangan dalam mengahasilkan hormon yang sangat potensial dalam proses pembentukan telur.
Waktu pemberian cahaya buatan ada 3 macam yaitu :
1. Morning light (penambahan cahaya yang dilakukan pada dini hari)
2. Evening light (penambahan cahaya yang dilakukan pada sore hari)
3. Morning and evening light (penambahan cahaya yangdilakukan dengan kombinasi pagi dan sore hari).

Pencahayaan sebelum waktunya bertelur dapat berakibat pada:
⦁    dewasa kelamin menjadi lebih cepat dibandingkan dengan umurnya.
⦁    telur yang dihasilkan lebih kecil-kecil, dan
⦁    ayam tidak bertelur secara kontinue setiap hari
Adapun ketentuan yang terkait dengan penambahan cahaya ini, antara lain:
⦁    Penambahan lama pencahayaan harus segera dilakukan ketika ayam pertama kali bertelur
⦁    Jangan mengurangi lama pencahayaan pada saat ayam berproduksi telur, terlebih  lagi ketika masa kritis (masa awal produksi sampai masa produksi puncak), yaitu terjadi pada umur 18-28 minggu
⦁    Penambahan lama pencahayaan dapat dilakukan secara bertahap, terhitung ketika ayam pertama kali bertelur
⦁    Lama pencahayaan yang maksimal untuk ayam yang sudah memasuki masa produksi yaitu 16 jam (12 jam cahaya alami+ 4 jam cahaya buatan ).

Maka dari itu, para peternak harus memperhatikan intensitas cahaya yang terdapat pada kandang ayam, agar ayam mampu berkembang biak dengan baik. Intensitasa cahaya pada kandang ayam dapat diukur mengguanakan alat pengukur cahaya. Kini alat pengukur cahaya sudah banyak dijual ditoko alat ukur online salah satunya di trijinx.com.

Standar Pencahayaan Menurut SNI

Standar Pencahayaan Menurut SNI – Setiap ruangan di bangunan rumah, kantor, apartement, gudang, pabrik, dan lainnya pasti memerlukan pencahayaan. Intensitas cahaya adalah  aspek penting di berbagai tempat  tersebut  karena macam – macam masalah akan timbul ketika kualitas intensitas pencahayaan di tempat tersebut tidak memenuhi standard yang perlu ditetapkan.

Standar Pencahayaan Menurut SNI

Perencanaan pencahayaan sebuah tempat harus mempertimbangkan faktor – faktor seperti intensitas pencahayaan saat dipakai untuk bekerja, intensitas penerangan ruang pada umumnya, biaya instalasi, biaya penggunaan energi dan biaya perawatannya.

Butuh diperhatikan, untuk perbedaan intensitas pencahyaan yang terlalu besar antara bidang kerja dan sekitarnya harus dihindari sebab  mata kita akan membutuhkan daya yang besar untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut yang mengakibatkan mata mudah penat.

Untuk menghasilkan pencahayaan yang bagus dan merata, kita harus mempertimbangkan iluminasi (kuat penerangan), sudut penyinaran lampu, jenis dan jarak penempatan lampu yang diperlukan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam suatu ruangan atau fungsi ruang tersebut.

Pada dasarnya dalam perhitungan jumlah titik lampu di suatu ruangan dipengaruhi oleh faktor, antara lain dimensi ruang, fungsi ruang, warna dinding, type armature yang digunakan, dan lain – lain.

Daya pencahayaan maksimum menurut SNI yaitu:
1.Untuk ruang kantor yaitu 15 watt per meter persegi
2.Untuk rumah tidak melebihi 10 watt per meter persegi
3.Untuk toko 20 sampai 40 watt per meter persegi
4.Untuk hotel 10 sampai 30 watt per meter persegi
5.Untuk sekolah 15 sampai 30 watt per meter persegi
6.Untuk rumah sakit 10 sampai 30 watt per meter persegi

Apabila jumlahnya berlebih, sebaiknya kurangi titik lampu atau pakai jenis lampu yang hemat energi. Untuk mengetahui apakah pencahyaan yang digunakan memenuhi standar daya pencahayaan menurut SNI, anda dapat menggunakan lux meter. Apabila anda ingin membelinya anda dapat mengunjungi website trijinx.com, di toko ini tersedia harga lux meter yang berbeda – beda sesuai dengan kualitas.

Ada dua aspek penting dari perencanaan penerangan, pertama adalah menentukan jumlah armature yang diperlukan berdasarkan nilai intensitas yang diberikan, sedangkan yang kedua adalah rekomendasi pemasangan berdasarkan bentuk suatu ruangan.

Pencahayaan yang sesuai dengan standar akan membawa manfaat bagi kita yaitu untuk memperjelas meihat maupun melakukan pekerjaan, bisa megawasi suatu pekerjaan, dan lain – lain.

Dampak Pencahayaan Yang Buruk Di Tempat Kerja

Dampak Pencahayaan Yang Buruk Di Tempat Kerja – Pencahayaan adalah salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman yang berkaitan erat dengan produktivitas manusia.

Dampak Pencahayaan Yang Buruk Di Tempat Kerja

Menurut Kepmenkes No. 1405/MENKES/SK/XI/2002, pencahayaan adalah jumlah penyinaran yang terdapat pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif.

Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek yang dikerjakannya secara jelas. Menurut sumbernya, pencahayaan dapat dibagi menjadi :

1.Pencahayaan alami.

Pencahayaan alami merupakan sumber pencahayaan yang bersumber dari sinar matahari. Sinar alami memiliki banyak keuntungan, selain menghemat energi listrik juga mampu  membunuh kuman.

Untuk memperoleh pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela yang besar ataupun dinding kaca sekurang-kurangnya 1/6 daripada luas lantai. Sumber pencahayaan alami terkadang dirasa kurang efektif dibanding dengan penggunaan pencahayaan buatan,  karena intensitas cahaya yang tidak tetap.

sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari. Faktor yang perlu diperhatikan agar penggunaan sinar alami mendapat keuntungan, yaitu:

  • Variasi pada intensitas cahaya matahari
  • Distribusi dari terangnya cahaya matahari
  • Efek dari lokasi, pemantulan cahaya, dan jarak antar bangunan
  • Letak geografis dan kegunaan bangunan gedung

2.Pencahayaan Buatan

Pencahayaan buatan merupakan pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain dari cahaya alami. Pencahayaan buatan sangat diperlukan pada posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi lagi.

Menurut trijinx.com kualitas pencahayaan dikategorikan ke dalam beberapa jenis, yaitu :

1.Brightness Distribution

Menunjukkan jangkauan dari luminasi dalam  setiap daerah penglihatan. Suatu rasio kontras yang tinggi diinginkan untuk penerimaan yang detil, variasi yang berlebihan dari luminansi dapat mengakibatkan timbulnya masalah.

Mata menerima cahaya utama yang sangat terang, sehingga menyebabkan mata menjadi sulit untuk memeriksa dengan cermat objek-objek yang lebih gelap didalam suatu daerah yang terang.

Perbandingan terang cahaya dalam daerah kerja utama, difokuskan sebaiknya tidak lebih dari 3 sampai 1. Untuk membantu memelihara pada daerah pusat ini, cahaya terang rata-rata seharusnya sekitar 10 kali lebih besar dari latar belakangnya.

2.Glare atau Silau

Cahaya yang silau terjadi ketika cahaya yang berlebihan mengenai mata. Cahaya yang silau dapat dikategorikan menjadi dua macam, yaitu :

  •   Cahaya menyilaukan yang tidak menyenangkan (Discamfort Glare)

Cahaya ini mengganggu, tapi tidak menyebabkan gangguan yang terlalu fatal terhadap penglihatan, tetapi cahaya ini akan meyebabkan meningkatnya tingkat kelelahan dan dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian kepala.

  • Cahaya menyilaukan yang mengganggu (Disability Glare)

Cahaya ini apabila terkena mata secara berkala mampu mengganggu penglihatan dengan adanya penghamburan cahaya yang ada didalam lensa mata. Orang lanjut usia kurang bisa untuk menerima cahaya seperti ini.

3.Shadows (Bayang-bayang)

Bayang-bayang tajam (sharp shadows ) adalah akibat dari sumber cahaya buatan (artificial) yang kecil atau dari cahaya yang berasal dari cahaya matahari langsung. Kedua sumber mampu mengakibatkan rasio terang yang berlebihan pada jangkauan penglihatan, detil penting yang tidak terlalu jelas.

4.Background

Latar belakang sampai kedaerah kerja utama, setidaknya harus dibuat sesederhana mungkin. Latar belakang yang kacau atau latar belakang yang memiliki beberapa perpindahan sedapat mungkin dihindari, dengan menggunakan sekat.

Apabila ingin  mengukur intensitas cahaya pada suatu tempat, dapat anda ukur dengan lux meter. Jika anda ingin mengetahui tentang berbagai spesifikasi, jenis, dan warna lux meter anda dapat membuka  trijinx.com. Di website ini menjual lux meter dan berbagai alat ukur lainnya.