Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur

Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur –  Cahaya yaitu energi yang berbentuk gelombang elekromagnetik yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang  dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Cahaya sangat dibuthkan oleh semua makhlik hidup yang berada dimuka bumi, termasuk pada perumbuhan ayam.
Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur

Cahaya yang menembus ke otak unggas akan langsung merangsang hipotalamus untuk menghasilkan hormone Gonadotropin serta  merangsang kelenjar pituitari untuk memperoleh Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Leutinizing Hormone (LH) yang merangsang dan memperkuat fungsi reproduksi.

Cahaya yang merangsang melepaskan dan meningkatkan jumlah suplai FSH.Hormon tersebut melalui aktivitas ovari menimbulkan terjadinya ovulasi sehingga menghasilkan telur. Bertelur pada umumnya dapat dimulai dari umur yang terlalu awal,  namun telur yang akan dihasilkan berukuran kecil.

Namun, apabila bertelur tertunda sampai umur yang lebih tua, telur yang akan dihasilkan umumnya akan lebih besar. Cahaya yang menuju ke arah retina , hipotalamus, hipofisa anterior, kelenjar thyroid, tiroksin, dapat berpengaruh terhadap perkembangan ayam.

Dapat mempengaruhi enzim yang masih berhubungan dengan metabolisme makanan, interaksi dengan ion logam yang merupakan komponen co ensim, secara tidak langsung mampu menyebabkan pengeluaran hormon pertumbuhan (growt hormon = somatropik), hormon yang mampu meransang pertumbuhan secara cepat. Pertumbuhan tulang, hati, otot, ginjal,  dan jaringan lemak.

Pengaruh cahaya selama periode Growing yaitu cahaya dapat mempengaruhi seksual maturity. Peternak mampu melakukan program pengaturan cahaya untuk menunda produksi telur. Pengurangan cahaya selama pertumbuhan bisa dimulai secepatnya pada umur 3 hari untuk mencapai maksimum dapat dimulai pada umur 12 minggu.

Kemampuan produksi telur bisa dirangsang dengan cahaya. Secara tidak langsung, cahaya  mampu membawa pengaruh terhadap perkembangan organ reproduksi ayam. yang turut terpicu lantaran adanya gelombang cahaya yang tertangkap retina mata ayam.

⦁    Manajemen Pemberian Cahaya Terhadap Ayam Petelur Fase Grower
Cahaya buatan dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan serta kecepatan kedewasaan kelamin pullet, sehingga tubuhnya  cukup besar untuk mengproduksi  telur yang pertama sesuai yang diharapkan.

Masalah dihadapi adalah bagaimana mengontrol umur serta berat pada sexual matuarity sehingga “egg layingperformance”nya akan menguntungkan bagi peternak secara komersial. Cara ini mampu diatasi dengan cara mengurangi panjangnya hari serta pemeliharaan ayam dari usia anak -anak sampai saat bertelur.

Panjangnya hari pada pemeliharaan anak-anak ayam secara lambat laun akan dikurangi sampai kira-kira 6 jam dalam sehari ketika pullet telah berumur 5,5 – 6 bulan.Panjangnya hari ketika pemeliharaan anak-anak ayam secara lambat laun cahaya akan dinaikkan 14 – 16 jam/hari yang bertujuan untuk menstimulir produksi.
Oleh dari itu, membutuhkan kandang tertutup dimana semua cahaya alam( matahari ) tak ada sama sekali, selama akhir periode growertersebut. Cahaya buatan dapat sangat berfungsi pada pullet yang tidak bertelur atau petelur tua untuk berproduksi pada waktu yang dikehendaki untuk memproduksi yang normal.

Cahaya sangat dibutuhkan dalam pemeliharaan ayam, karena memiliki arti penting yang berkaitan dengan proses pertumbuhan serta produksi ayam, yaitu sebagai berikut: Proses tumbuh kembang pada ayam.  Keberadaan cahaya yang masuk kedalam kandang memungkinkan ayam untuk melihat lingkungan sekitar, terutama makanan dan air minum yang tersedia didalam kandang.

Sehingga, keberadaan cahaya sangat penting karena dapat meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh ayam. Jumlah makan yang masuk kedalam tubuh (feed intake), juga dapat berpengaruh besar terhadap proses produksi telur.

Pengaruh cahaya terhadap proses produksi telur yaitu mampu merangsang hormon reproduksi gonadotropin, dan proses peneluran. Hal ini dapat  terjadi akibat cahaya yang masuk kedalam kandang dapat diterima oleh saraf pada mata ayam, kemudian menimbulkan rangsangan dalam mengahasilkan hormon yang sangat potensial dalam proses pembentukan telur.
Waktu pemberian cahaya buatan ada 3 macam yaitu :
1. Morning light (penambahan cahaya yang dilakukan pada dini hari)
2. Evening light (penambahan cahaya yang dilakukan pada sore hari)
3. Morning and evening light (penambahan cahaya yangdilakukan dengan kombinasi pagi dan sore hari).

Pencahayaan sebelum waktunya bertelur dapat berakibat pada:
⦁    dewasa kelamin menjadi lebih cepat dibandingkan dengan umurnya.
⦁    telur yang dihasilkan lebih kecil-kecil, dan
⦁    ayam tidak bertelur secara kontinue setiap hari
Adapun ketentuan yang terkait dengan penambahan cahaya ini, antara lain:
⦁    Penambahan lama pencahayaan harus segera dilakukan ketika ayam pertama kali bertelur
⦁    Jangan mengurangi lama pencahayaan pada saat ayam berproduksi telur, terlebih  lagi ketika masa kritis (masa awal produksi sampai masa produksi puncak), yaitu terjadi pada umur 18-28 minggu
⦁    Penambahan lama pencahayaan dapat dilakukan secara bertahap, terhitung ketika ayam pertama kali bertelur
⦁    Lama pencahayaan yang maksimal untuk ayam yang sudah memasuki masa produksi yaitu 16 jam (12 jam cahaya alami+ 4 jam cahaya buatan ).

Maka dari itu, para peternak harus memperhatikan intensitas cahaya yang terdapat pada kandang ayam, agar ayam mampu berkembang biak dengan baik. Intensitasa cahaya pada kandang ayam dapat diukur mengguanakan alat pengukur cahaya. Kini alat pengukur cahaya sudah banyak dijual ditoko alat ukur online salah satunya di trijinx.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s