Pengertian Gas Ideal

Pengertian Gas Ideal – Pengertian gas ideal adalah kumpulan dari partikel suatu zat jarak yanng cukup jauh dibanding dengan ukuran partikelnya. Partikel tersebut selalu bergerak secara acak ke semua arah.

Pengertian Gas Ideal

Ketika partikel gas ideal tersebut bertabrakan antar partikel ataupun dengan dinding akan terjadi tabrakan lenting sempurna sehingga tidak akan terjadi kehilangan energi.

Diketahui bahwa semua gas dalam keadaan kimia apapun, di temperatur tinggi, dan juga tekanan rendah cenderung memnunjukan suatu kaitan sederhana tertentu di antara sifat makroskopisnya, yaitu tekanan, volume dan juga temperatur.

Hal ini menyarankan adanya konsep tentang gas ideal yang mempunyai sifat makroskopis yang sama pada keadaan yang sama. Berdasarkan sifat yan dimiliki makroskopis suatu gas seperti kelajuan, energi kinetik, momentum, dan massa setiap molekul penyusun gas, kita bisa mendefinisikan gas ideal dengan suatu anggapan namun sesuai dengan definisi makroskopis.

Mono artinya satu sedangkan atomik artinya atom. Kesimpulannya gas monoatomik adalah gas yang partikelnya berupa atom tunggal. Contoh gas monoatomik yaitu gas helium, neon, dan argon.

Gas ideal adaah gas yang memenuhi syarat – syarat seperti:
1.Suatu gas terdiri dari molekul. Setiap molekul sama sehingga tidak bisa dibedakan dengan molekul lainnya.
2.Molekul gas ideal bergerak secara acak ke semua arah.
3.Molekul gas ideal tersebar merata di semua bagian.
4.Jarak antara molekul gas lebih besar daripada ukuran molekulnya.
5.Tak ada gaya interaksi antarmolekul kecuali apabila antarmolekul saling bertabrakan atau terjadi tabrakan antara molekul dengan dinding.
6.Semua tabrakan yang terjadi baik antarmolekul ataupun antara molekul dengan dinding adalah tabrakan lenting sempurna dan terjadi dalam waktu yang singkat.
7.Hukum – hukum Newton tentang gerak berlaku pada molekul gas ideal.

Beberapa sifat gas ideal
1.Tak ada interaksi antar molekul gas, antar molekul gas tidak ada gaya tarik – menarik atau tolak – menolak walaupun jarak antar molekul sangat dekat.
2.Molekul gas bisa dipandang sebagai partikel yang ukurannya bisa diabaikan.
3.Dalam satu wadah partikel gas bergerak secara acak ke semua arah.

Anda bisa memakai pendeteksi gas bocor untuk mengetahui apakah terjadi kebocoran gas di suatu tempat. Salah satu toko yang menyediakan alat ukur tersebut yaitu alat ukur Indonesia, di toko ini anda bisa membelinya secara online maupun online.

Macam – Macam Cuaca Ekstrim

Macam – Macam Cuaca Ekstrim – Cuaca ekstrim merupakan fenomena meteorologi yang ekstrim pada sejarah (distribusi), khususnya fenomena cuaca yang memiliki potensi menyebabkan bencana, menghancurkan kehidupan sosial, atau yang menyebabkan korban jiwa manusia.

Macam - Macam Cuaca Ekstrim

Umumnya cuaca ekstrim didasarkan pada distribusi klimatologi, dimana peristiwa ekstrim lebih kecil sama dengan 5 persen distribusi. Tipenya sangat tergantung pada Lintang tempat, ketinggian, topografi dan keadaan atmosfer.

Misalnya di bulan november 2010 curah hujan sebesar xx mm, dikatakan ekstrim apabila dibandingkan dengan curah hujan rata-rata 30 tahun selisihnya sampai 5 persen. Sehingga menyebabkan efek kerugian baik materi maupun korban jiwa misal banjir, longsor, dan lain – lain.

Yang termasuk macam – macam Cuaca ekstrim yaitu:
1.Hujan Lebat
2.Hujan Es
3.Badai
4.Kekeringan
5.Puting Beliung
6.Badai Pasir

Hujan Lebat
Jumlah hari hujan yang terdata paling banyak melampaui rata-rata di bulan yang berkaitanan di stasiun itu. Intensitas hujan paling  besar dalam 1 jam selama 24 jam dan intensitas dalam 1 hari selama satu bulan yang melampaui rata-ratanya. Terjadi kecepatan angin lebih dari 45 km/jam dan suhu udara lebih dari 35 C atau kurang dari 15 C.

Hujan Es
Peristiwa ini biasanya terjadi saat musim pergantian atau saat cuaca hujan pada musim hujan yang hujannya banyak terjadi di siang ataupun malam hari, karena peristiwanya selalu terjadi setelah pukul 13.00 sampai 17.00 tetapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada malam hari.

Badai
Badai tropis merupakan pusaran angin kencang yang memiliki diameter samapai 200 km/jam dan berkecepatan lebih dari 200 km/jam juga memiliki lintasan sejauh 1000 km.

Badai tropis yang dekat dengan perairan Indonesia tidak mutlak selalu menyebabkan hujan lebat, dan angin tergantung dari intensitas badai tersebut dan faktor sirkulasi udara di daerah Indonesia.

Penyebab cuaca ekstrim yaitu:
1.Efek rumah Kaca
2.Siklon tropis
3.Pemanasan global

Sebuah cuaca harus diukur agar kita mengetahui termasuk yang mana cuaca di daerah kita. Untuk mengukurnya anda bisa memakai alat ukur cuaca, sebagai informasi apabila anda ingin menggunakannya anda dapat mencari dan membelinya di alat ukur Indonesia.

Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur

Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur –  Cahaya yaitu energi yang berbentuk gelombang elekromagnetik yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang  dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Cahaya sangat dibuthkan oleh semua makhlik hidup yang berada dimuka bumi, termasuk pada perumbuhan ayam.
Pengaruh Cahaya Terhadap Ayam Petelur

Cahaya yang menembus ke otak unggas akan langsung merangsang hipotalamus untuk menghasilkan hormone Gonadotropin serta  merangsang kelenjar pituitari untuk memperoleh Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Leutinizing Hormone (LH) yang merangsang dan memperkuat fungsi reproduksi.

Cahaya yang merangsang melepaskan dan meningkatkan jumlah suplai FSH.Hormon tersebut melalui aktivitas ovari menimbulkan terjadinya ovulasi sehingga menghasilkan telur. Bertelur pada umumnya dapat dimulai dari umur yang terlalu awal,  namun telur yang akan dihasilkan berukuran kecil.

Namun, apabila bertelur tertunda sampai umur yang lebih tua, telur yang akan dihasilkan umumnya akan lebih besar. Cahaya yang menuju ke arah retina , hipotalamus, hipofisa anterior, kelenjar thyroid, tiroksin, dapat berpengaruh terhadap perkembangan ayam.

Dapat mempengaruhi enzim yang masih berhubungan dengan metabolisme makanan, interaksi dengan ion logam yang merupakan komponen co ensim, secara tidak langsung mampu menyebabkan pengeluaran hormon pertumbuhan (growt hormon = somatropik), hormon yang mampu meransang pertumbuhan secara cepat. Pertumbuhan tulang, hati, otot, ginjal,  dan jaringan lemak.

Pengaruh cahaya selama periode Growing yaitu cahaya dapat mempengaruhi seksual maturity. Peternak mampu melakukan program pengaturan cahaya untuk menunda produksi telur. Pengurangan cahaya selama pertumbuhan bisa dimulai secepatnya pada umur 3 hari untuk mencapai maksimum dapat dimulai pada umur 12 minggu.

Kemampuan produksi telur bisa dirangsang dengan cahaya. Secara tidak langsung, cahaya  mampu membawa pengaruh terhadap perkembangan organ reproduksi ayam. yang turut terpicu lantaran adanya gelombang cahaya yang tertangkap retina mata ayam.

⦁    Manajemen Pemberian Cahaya Terhadap Ayam Petelur Fase Grower
Cahaya buatan dapat digunakan untuk mengontrol pertumbuhan serta kecepatan kedewasaan kelamin pullet, sehingga tubuhnya  cukup besar untuk mengproduksi  telur yang pertama sesuai yang diharapkan.

Masalah dihadapi adalah bagaimana mengontrol umur serta berat pada sexual matuarity sehingga “egg layingperformance”nya akan menguntungkan bagi peternak secara komersial. Cara ini mampu diatasi dengan cara mengurangi panjangnya hari serta pemeliharaan ayam dari usia anak -anak sampai saat bertelur.

Panjangnya hari pada pemeliharaan anak-anak ayam secara lambat laun akan dikurangi sampai kira-kira 6 jam dalam sehari ketika pullet telah berumur 5,5 – 6 bulan.Panjangnya hari ketika pemeliharaan anak-anak ayam secara lambat laun cahaya akan dinaikkan 14 – 16 jam/hari yang bertujuan untuk menstimulir produksi.
Oleh dari itu, membutuhkan kandang tertutup dimana semua cahaya alam( matahari ) tak ada sama sekali, selama akhir periode growertersebut. Cahaya buatan dapat sangat berfungsi pada pullet yang tidak bertelur atau petelur tua untuk berproduksi pada waktu yang dikehendaki untuk memproduksi yang normal.

Cahaya sangat dibutuhkan dalam pemeliharaan ayam, karena memiliki arti penting yang berkaitan dengan proses pertumbuhan serta produksi ayam, yaitu sebagai berikut: Proses tumbuh kembang pada ayam.  Keberadaan cahaya yang masuk kedalam kandang memungkinkan ayam untuk melihat lingkungan sekitar, terutama makanan dan air minum yang tersedia didalam kandang.

Sehingga, keberadaan cahaya sangat penting karena dapat meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh ayam. Jumlah makan yang masuk kedalam tubuh (feed intake), juga dapat berpengaruh besar terhadap proses produksi telur.

Pengaruh cahaya terhadap proses produksi telur yaitu mampu merangsang hormon reproduksi gonadotropin, dan proses peneluran. Hal ini dapat  terjadi akibat cahaya yang masuk kedalam kandang dapat diterima oleh saraf pada mata ayam, kemudian menimbulkan rangsangan dalam mengahasilkan hormon yang sangat potensial dalam proses pembentukan telur.
Waktu pemberian cahaya buatan ada 3 macam yaitu :
1. Morning light (penambahan cahaya yang dilakukan pada dini hari)
2. Evening light (penambahan cahaya yang dilakukan pada sore hari)
3. Morning and evening light (penambahan cahaya yangdilakukan dengan kombinasi pagi dan sore hari).

Pencahayaan sebelum waktunya bertelur dapat berakibat pada:
⦁    dewasa kelamin menjadi lebih cepat dibandingkan dengan umurnya.
⦁    telur yang dihasilkan lebih kecil-kecil, dan
⦁    ayam tidak bertelur secara kontinue setiap hari
Adapun ketentuan yang terkait dengan penambahan cahaya ini, antara lain:
⦁    Penambahan lama pencahayaan harus segera dilakukan ketika ayam pertama kali bertelur
⦁    Jangan mengurangi lama pencahayaan pada saat ayam berproduksi telur, terlebih  lagi ketika masa kritis (masa awal produksi sampai masa produksi puncak), yaitu terjadi pada umur 18-28 minggu
⦁    Penambahan lama pencahayaan dapat dilakukan secara bertahap, terhitung ketika ayam pertama kali bertelur
⦁    Lama pencahayaan yang maksimal untuk ayam yang sudah memasuki masa produksi yaitu 16 jam (12 jam cahaya alami+ 4 jam cahaya buatan ).

Maka dari itu, para peternak harus memperhatikan intensitas cahaya yang terdapat pada kandang ayam, agar ayam mampu berkembang biak dengan baik. Intensitasa cahaya pada kandang ayam dapat diukur mengguanakan alat pengukur cahaya. Kini alat pengukur cahaya sudah banyak dijual ditoko alat ukur online salah satunya di trijinx.com.

Standar Pencahayaan Menurut SNI

Standar Pencahayaan Menurut SNI – Setiap ruangan di bangunan rumah, kantor, apartement, gudang, pabrik, dan lainnya pasti memerlukan pencahayaan. Intensitas cahaya adalah  aspek penting di berbagai tempat  tersebut  karena macam – macam masalah akan timbul ketika kualitas intensitas pencahayaan di tempat tersebut tidak memenuhi standard yang perlu ditetapkan.

Standar Pencahayaan Menurut SNI

Perencanaan pencahayaan sebuah tempat harus mempertimbangkan faktor – faktor seperti intensitas pencahayaan saat dipakai untuk bekerja, intensitas penerangan ruang pada umumnya, biaya instalasi, biaya penggunaan energi dan biaya perawatannya.

Butuh diperhatikan, untuk perbedaan intensitas pencahyaan yang terlalu besar antara bidang kerja dan sekitarnya harus dihindari sebab  mata kita akan membutuhkan daya yang besar untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut yang mengakibatkan mata mudah penat.

Untuk menghasilkan pencahayaan yang bagus dan merata, kita harus mempertimbangkan iluminasi (kuat penerangan), sudut penyinaran lampu, jenis dan jarak penempatan lampu yang diperlukan sesuai dengan kegiatan yang ada dalam suatu ruangan atau fungsi ruang tersebut.

Pada dasarnya dalam perhitungan jumlah titik lampu di suatu ruangan dipengaruhi oleh faktor, antara lain dimensi ruang, fungsi ruang, warna dinding, type armature yang digunakan, dan lain – lain.

Daya pencahayaan maksimum menurut SNI yaitu:
1.Untuk ruang kantor yaitu 15 watt per meter persegi
2.Untuk rumah tidak melebihi 10 watt per meter persegi
3.Untuk toko 20 sampai 40 watt per meter persegi
4.Untuk hotel 10 sampai 30 watt per meter persegi
5.Untuk sekolah 15 sampai 30 watt per meter persegi
6.Untuk rumah sakit 10 sampai 30 watt per meter persegi

Apabila jumlahnya berlebih, sebaiknya kurangi titik lampu atau pakai jenis lampu yang hemat energi. Untuk mengetahui apakah pencahyaan yang digunakan memenuhi standar daya pencahayaan menurut SNI, anda dapat menggunakan lux meter. Apabila anda ingin membelinya anda dapat mengunjungi website trijinx.com, di toko ini tersedia harga lux meter yang berbeda – beda sesuai dengan kualitas.

Ada dua aspek penting dari perencanaan penerangan, pertama adalah menentukan jumlah armature yang diperlukan berdasarkan nilai intensitas yang diberikan, sedangkan yang kedua adalah rekomendasi pemasangan berdasarkan bentuk suatu ruangan.

Pencahayaan yang sesuai dengan standar akan membawa manfaat bagi kita yaitu untuk memperjelas meihat maupun melakukan pekerjaan, bisa megawasi suatu pekerjaan, dan lain – lain.

Dampak Pencahayaan Yang Buruk Di Tempat Kerja

Dampak Pencahayaan Yang Buruk Di Tempat Kerja – Pencahayaan adalah salah satu faktor untuk mendapatkan keadaan lingkungan yang aman dan nyaman yang berkaitan erat dengan produktivitas manusia.

Dampak Pencahayaan Yang Buruk Di Tempat Kerja

Menurut Kepmenkes No. 1405/MENKES/SK/XI/2002, pencahayaan adalah jumlah penyinaran yang terdapat pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif.

Pencahayaan yang baik memungkinkan orang dapat melihat objek yang dikerjakannya secara jelas. Menurut sumbernya, pencahayaan dapat dibagi menjadi :

1.Pencahayaan alami.

Pencahayaan alami merupakan sumber pencahayaan yang bersumber dari sinar matahari. Sinar alami memiliki banyak keuntungan, selain menghemat energi listrik juga mampu  membunuh kuman.

Untuk memperoleh pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela yang besar ataupun dinding kaca sekurang-kurangnya 1/6 daripada luas lantai. Sumber pencahayaan alami terkadang dirasa kurang efektif dibanding dengan penggunaan pencahayaan buatan,  karena intensitas cahaya yang tidak tetap.

sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari. Faktor yang perlu diperhatikan agar penggunaan sinar alami mendapat keuntungan, yaitu:

  • Variasi pada intensitas cahaya matahari
  • Distribusi dari terangnya cahaya matahari
  • Efek dari lokasi, pemantulan cahaya, dan jarak antar bangunan
  • Letak geografis dan kegunaan bangunan gedung

2.Pencahayaan Buatan

Pencahayaan buatan merupakan pencahayaan yang dihasilkan oleh sumber cahaya selain dari cahaya alami. Pencahayaan buatan sangat diperlukan pada posisi ruangan sulit dicapai oleh pencahayaan alami atau saat pencahayaan alami tidak mencukupi lagi.

Menurut trijinx.com kualitas pencahayaan dikategorikan ke dalam beberapa jenis, yaitu :

1.Brightness Distribution

Menunjukkan jangkauan dari luminasi dalam  setiap daerah penglihatan. Suatu rasio kontras yang tinggi diinginkan untuk penerimaan yang detil, variasi yang berlebihan dari luminansi dapat mengakibatkan timbulnya masalah.

Mata menerima cahaya utama yang sangat terang, sehingga menyebabkan mata menjadi sulit untuk memeriksa dengan cermat objek-objek yang lebih gelap didalam suatu daerah yang terang.

Perbandingan terang cahaya dalam daerah kerja utama, difokuskan sebaiknya tidak lebih dari 3 sampai 1. Untuk membantu memelihara pada daerah pusat ini, cahaya terang rata-rata seharusnya sekitar 10 kali lebih besar dari latar belakangnya.

2.Glare atau Silau

Cahaya yang silau terjadi ketika cahaya yang berlebihan mengenai mata. Cahaya yang silau dapat dikategorikan menjadi dua macam, yaitu :

  •   Cahaya menyilaukan yang tidak menyenangkan (Discamfort Glare)

Cahaya ini mengganggu, tapi tidak menyebabkan gangguan yang terlalu fatal terhadap penglihatan, tetapi cahaya ini akan meyebabkan meningkatnya tingkat kelelahan dan dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian kepala.

  • Cahaya menyilaukan yang mengganggu (Disability Glare)

Cahaya ini apabila terkena mata secara berkala mampu mengganggu penglihatan dengan adanya penghamburan cahaya yang ada didalam lensa mata. Orang lanjut usia kurang bisa untuk menerima cahaya seperti ini.

3.Shadows (Bayang-bayang)

Bayang-bayang tajam (sharp shadows ) adalah akibat dari sumber cahaya buatan (artificial) yang kecil atau dari cahaya yang berasal dari cahaya matahari langsung. Kedua sumber mampu mengakibatkan rasio terang yang berlebihan pada jangkauan penglihatan, detil penting yang tidak terlalu jelas.

4.Background

Latar belakang sampai kedaerah kerja utama, setidaknya harus dibuat sesederhana mungkin. Latar belakang yang kacau atau latar belakang yang memiliki beberapa perpindahan sedapat mungkin dihindari, dengan menggunakan sekat.

Apabila ingin  mengukur intensitas cahaya pada suatu tempat, dapat anda ukur dengan lux meter. Jika anda ingin mengetahui tentang berbagai spesifikasi, jenis, dan warna lux meter anda dapat membuka  trijinx.com. Di website ini menjual lux meter dan berbagai alat ukur lainnya.

Standar Intensitas Cahaya Dalam Pabrik

Standar Intensitas Cahaya Dalam Pabrik – Factor yang penting dari area kerja yang memberikan kepuasan dan produktivitas kepada karyawan yaitu penyinaran yang bagus. Penyinaran yang bagus dalam suatu pabrik akan membantu terciptanya tempat kerja yang aman, membantu melaksanakan aktivitas serta membantu menghemat baik penglihatan maupun tenaga juga membantu memberikan semangat untuk bekerja.

standar-intensitas-cahaya-dalam-pabrikEfisiensi seorang operator dari tepat atau tidaknya operator melihat apa yang di kerjakan, dan oleh sebab itu perlu dilakukan perencanaan dan perawatan tentang system penyinaran dalam pabrik, sehingga bisa meningkatkan keefektifan bekerja para karyawan dan bisa memberikan keamanan yang lebih besar dibanding tempat yang intensitas cahayanya kurang.

Untuk mengukur intensitas cahaya bisa memakai lux meter. Apabila anda ingin menggunakannya anda dapat membelinya dengan mengujungi website trijinx.com . Di toko ini anda dapat membelinya secara offline maupun online.

Keuntungan intensitas cahaya yang cukup yaitu:
1.Meningkatkan produksi dan menekan biaya.
2.Memperbesar ketepatan untuk memperbaiki kualitas barang yang dihasilkan.
3.Meningkatkan pemeliharaan gedung dan kesuksesan pabrik secara umum.
4.Meminimalisir tingkat kecelakaan yang terjadi.
5.Memudahkan pengawasan
6.Memperbaiki moral kerja
7.Lebih mudah untuk melihat, sehingga memudahkan untuk melakukan kegiatan produksi oleh para karyawan terutama para karyawan yang telah memiliki keterbatasan penglihatan (sudah lansia atau memiliki gangguan penglihatan).

Ciri – ciri penerangan yang baik yaitu:
1.Cahaya yang cukup
2.Cahaya yang tidak menyilaukan.
3.Tidak ada kontras yang tajam.
4.Cahaya yang terang.
5.Warna yang sesuai.
6.Pemancaran cahaya yang rata.

Sudah banyak dilakukan percobaan agar dapat memberi bukti adanya hubungan antara output dengan penyinaran yang bagus seperti yang telah dilakukan oleh Hawthorne Plant of Western Electric Company, Inc, yaitu telah diperkirakan bahwa bertambah bagusnya penyinaran maka produktivitas akan menjadi meningkat.

Tetapi percobaan ini umumnya tidak berhasil untuk memperlihatkan besarnya peningkatan hasil (output yang disebabkan oleh perbaikan penyinaran yang ada. Walaupun hubungan antara hasil output dengan penyinaran yang bagus sulit untuk diukur, namun ada beberapa yang bisa dihitung dari peningkatan produksi yang langsung dipengaruhi karena perbaikan penyinaran.

Ini sesuai dengan laporan yang menyatakan terdapatnya efektivitas dari penyinaran yang cukup bagus pada output seperti apabila terdapat penyinaran yang cukup akan meningkatkan produksi dalam punch press production sebesar 25 persen seperti yang dilaporkan oleh sebuah perusahaan. Pabrik tekstil mendapat peningkatan output sebesar 9 persen dan meminimalisir biaya perbaikan sebesar 33 persen.

Pengalaman tersebut menggambarkan dengan sangat jelas pengaruh penyinaran dalam produksi. Dari sudut pengeluaran, pengalaman industri pada umumnya menggambarkan bahwa jarak dari biaya penyinaran yang bagus di antara 2 sampai 5 persen dari total daftar gaji akan menyebabkan peningkatan produksi sebesar 5 sampai 25 persen, secara tidak luar biasa.

Sebagai bonus, suasana kerja yang baik, mungkin dikarenakan oleh perbaikan penyinaran yang membantu mengurangi kecelakaan, mengurangi absenteeism, mengurangi labor turn-over, mengurangi time-lost di pekerjaan dan menarik para pekerja agar bekerja lebih giat.

Kegunaan Alat TDS Meter

Kegunaan Alat TDS Meter – Tds meter adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur larutan padatan yang tidak terlihat atau kepekatan nutrisi. Biasanya tds (total disolved solid) meter digunakan untuk mengukur larutan padatan pada minuman dan juga untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi tanaman hidroponik.

kegunaan-alat-tds-meter

Anda bisa mencari tds meter pada toko – toko maupun perusahaan yang menjual tds meter. Sedikit informasi di alat ukur indonesia jual tds meter bergaransi dengan kualitas barang yang bagus dan terpercaya.

Satuan hasil pengukuran menggunakan tds meter yaitu ppm (part per milion). Dalam berhidroponik mengukur padatan larutan atau kepekatan nutrisi sangat penting karena kita dapat mengetahui berapa banyak nutrisi yang diperlukan oleh tanaman.

Apabila tanaman kekurangan nutrisi maupun kelebihan nutrisi maka tanaman akan mengandung racun dan akan menyebabkan tanaman mati. Agar tanaman tidak mati, harus mengukur padatan larutan terlebih dahulu dan memberikan larutan nutrisi  sesuai hasil pengukuran.

Setiap jenis tanaman membutuhkan padatan larutan yang berbeda – beda. Seperti tanaman tomat dan cabai membutuhkan kepekatan yang tinggi yaitu berkisar antara 1500 sampai 2000 ppm, tanaman sayuran daun membutuhkan kepekaan yang lebih rendah di banding tanaman tomat dan cabai yaitu berkisar antara 900 sampai 1200 ppm.

Sedangkan untuk tanaman bunga seperti anggrek membutuhkan kepekatan yang lebih rendah dari tanaman cabai dan tanaman sayuran daun yaitu berkisar antara 300 sampai 400 ppm.Selain mengukur kepekatan larutan nutrisi menggunakan tds meter juga bisa menggunakan ec meter.

EC meter adalah alat yang mempunyai fungsi yang sama dengan tds meter yaitu untuk mengukur padatan larutan yang tidak terlihat atau kepekatan nutrisi pada tanaman hiroponik.

Yang membedakan alat tds meter dengan ec meter yaitu tds untuk mengukur jumlah partikel terlarut sedangkan ec meter untuk mengukur nilai konduktivitasnya.

Satuan pengukuran menggunakan alat ec meter yaitu ms/cm (mili siemen/cm), atau (mmho/cm (mili hos/cm). Namun yang paling sering digunakan adalah ec saja seperti 1 ec atau 2 ec.

Dalam mengukur padatan larutan atau kepekaan larutan nutrisi pada tanaman hidroponik dapat menggunakan tds meter maupun ec meter tergantung ingin menggunakan yang mana karena tds meter dan ec meter memiliki fungsi yang sama.